Informasi Haji Umrah dari Sumber Terpercaya


Bawa Anak ke Masjidil Haram, Pastikan Pakai Gelang Pelacak Anak agar Tidak Tersesat


Untuk menjamu dan menjamin kenyamanan beribadah para tamu-tamu Allah, Otoritas Masjidil Haram selalu berupaya menghadirkan berbagai layanan terbaiknya, termasuk bagi para jemaah yang datang beribadah dengan membawa anak-anak. 

Pada tahun lalu, Otoritas Masjidil Haram memperkenalkan gelang pelacak anak, yang dicetak menggunakan perangkat khusus dan dilengkapi dengan beberapa fitur pelacakan. Gelang ini dibagikan secara gratis kepada jamaah anak-anak untuk menghindari tersesat di Masjidil Haram.

Di Bulan Suci Ramadhan tahun ini, seiring dengan memuncaknya jemaah umrah yang memadati Masjidil Haram, Otoritas mengalokasikan tiga mesin cetak gelang pelacak anak tambahan. Mesin ini tersebar di pintu utama masjid.

Kantor berita Saudi, SPA, melaporkan, Kamis (21/3/2024), otoritas menempatkan mesin ini di pintu masuk King Abdulaziz, King Fadh, dan jembatan Ajyad.

Pengadaan gelang pelacak anak ini bertujuan untuk memudahkan proses pencarian anak-anak jika mereka hilang saat umrah atau salat. Inisiatif ini juga dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi keluarga jemaah. Gelang ini berfungsi sebagai tanda pengenal seperti KTP (untuk orang dewasa).

Gelang pelacak anak berisi informasi kontak yang memudahkan petugas masjid untuk membantu proses pencarian dan mempertemukan anak dengan keluarganya dengan cepat.

Pemerintah Arab Saudi meluncurkan sejumlah inisiatif di Masjidil Haram untuk memfasilitasi jemaah dan mengurangi kepadatan selama puncak musim umrah yang berlangsung pada Ramadan ini.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, Saudi membatasi area tawaf lantai dasar diperuntukkan bagi jemaah umrah selama Ramadan. Pengunjung lain bisa mengakses area lantai atas.

Pihak berwenang juga mengatur pintu masuk dan keluar bagi jemaah umrah. Jemaah bisa masuk melewati Gerbang King Abdulaziz, Gerbang King Fahd, Gerbang Umrah dan Gerbang Al-Salam, serta pintu khusus di lantai dasar.

Selain itu, pintu keluar juga sudah disiapkan demi kelancaran pergerakan di dalam lingkungan masjid, termasuk penyeberangan samping, tangga, dan pintu khusus dalam keadaan darurat.

Komisi Kerajaan Arab Saudi untuk Kota Makkah dan Tempat Suci juga meminta jemaah untuk salat di masjid-masjid lain untuk mengurangi kepadatan jemaah di Masjidil Haram, lapor Saudi Gazette baru-baru ini.

"Pahala yang besar untuk menunaikan salat dapat diperoleh di semua masjid di seluruh wilayah dalam batas-batas Masjidil Haram," demikian pernyataannya mengingatkan keutamaan salat di masjid lain yang masih dalam batas Masjidil Haram.

Masjidil Haram merupakan sebuah masjid di Makkah yang menjadi tujuan utama umat Islam ketika melakukan ibadah haji ataupun umrah. Masjid ini sangat istimewa bagi umat Islam karena di dalamnya terdapat Ka'bah yang menjadi arah kiblat dalam beribadah salat.

Masjid terbesar di dunia ini selalu ramai jemaah dari berbagai negara. Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al-Rabiah saat memberikan sambutan dalam Konferensi dan Pameran Layanan Haji dan Umrah tahunan ke-3 di Jeddah Superdome, Senin (8/1/2024), lalu menyebut 2023 menjadi rekor umrah melampaui lonjakan pada 2019 lalu.

"Sebelumnya, jumlah jemaah umrah dari luar Kerajaan terbesar terjadi pada tahun 2019, diperkirakan mencapai 8,55 juta dan tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 13,55 juta, berkat fasilitas dan regulasi yang rumit yang dilakukan oleh Pemerintah Saudi. Angka ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah jemaah umrah luar negeri," ujarnya, dikutip dari Saudi Gazette.

sumber : www.himpuh.or.id

Oleh Oleh Haji & Umrah

Pengunjung Blog